Minggu, 10 Juni 2012

“Teknologi Penangkapan Ikan serta Kaitannya dengan Berbagai Disiplin Ilmu”


TUGAS
METODE PENANGKAPAN IKAN
“Teknologi Penangkapan Ikan serta Kaitannya dengan Berbagai Disiplin Ilmu”

 


I. Pembangunan Teknologi Penangkapan Ikan
Teknologi penangkapan ikan adalah seperangkat alat, teknik/cara atau proses yang digunakan untuk mempermudah segala pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan dalam penangkapan ikan. Teknologi penangkapan ikan merupakan terapan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Teknologi penangkapan ikan ini terdiri dari :
v  Teknologi bahan dan peralatan penangkap ikan (fishing gear and materials),
v  Teknologi kapal penangkap ikan dan perlengkapannya (fishing vessels and auxiliaries),
v  Metode dan operasi penangkapan ikan (fishing methods and operations),
v  Ilmu tingkah laku ikan (fish behaviour),
v  Teknologi pendeteksian dan penentuan posisi ikan (fish detection and location),
v  Teknologi pengembangan perikanan tangkap (identification and development of new fisheries).
Pembangunan teknologi penangkapan ikan mengalami perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada awalnya penangkapan ikan masih menggunakan alat-alat yang sederhana, tetapi setelah adanya penemuan-penemuan besar di abad pertengahan seperti mesin uap, pembuatan kapal baja dsb, maka bidang perikanan pun mengalami kemajuan dengan dioperasikannya kapal penangkap ikan bermesin uap yang dapat melayari perairan yang jauh.
Pembangunan teknologi perikanan senantiasa berkembang seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu yang memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan. Namun penggunaan teknologi yang ada harus dilakukan secara bijaksana sehingga tidak terjadi tragedi teknologi dalam bidang perikanan seperti halnya tragedi bom atom, teknologi menyebabkan kerusakan bagi manusia. Intinya adalah perkembangan perikanan secara menyeluruh baik dari aspek alat penangkapan atau media penangkapan harus memiliki disiplin ilmu sehingga dapat menopang kegiataan perikanan dimasa yang akan datang. Hadirnya teknologi modern dalam ilmu perikanan membawa perubahan yang signifikant sehingga memudahkan manusia dalam menerapkan ilmu perikanan tersebut dalam sumberdaya perikanan yang ada namun tetap alami.


Deskripsi umum perkembangan teknologi  dalam perikanan
A.     Perkembangan Alat Penangkapan Ikan
Teknologi penangkapan ikan sebagai salah satu disiplin ilmu, merupakan himpunan pengalaman praktis para nelayan dari generasi ke generasi mulai disusun dan dikembangkan pada awal abad ke 20. Berbagai teori tentang ilmu penangkapan ikan dikembangkan oleh para ilmuwan, antara lain : Professor F.J. Baranov (Rusia), Professor M.Tauti, A.Von Brandt (Jerman), Ben-Yami (Israel), serta berbagai temuan lanjutan yang dikembangkan oleh para ahli lainnya telah memberikan sumbangan terhadap kemajuan teknologi penangkapan ikan, khususnya pengatahuan yang berkaitan antara alat tangkap, kapal Perikanan, alat bantu penangkapan ikan serta ikan sebagai obyek penangkapan.
Alat penangkapan ikan telah digunakan oleh manusia sejak jaman purba. Di masa lalu manusia memburu jenis ikan sasarannya secara aktif menggunakan peralatan sederhana, antara lain : tulup, tombak, lembing, panah, pancing. Pada umumnya alat penangkapan ikan yang mereka gunakan terbuat dari bahan alami yang ada di sekitar tempat hidup mereka: batu, kulit kerang, kayu, bamboo, tulang, gigi binatang. Penangkapan ikan secara pasif di perairan dangkal, di masa lalu dilakukan dengan membuat perangkapikan terbuat dari tanah, batu, ranting pohon, bamboo, rotan, batang kayu berongga.
Ditemukannya cara penangkapan dengan menggunakan jaring yang terbuat dari benang alami (natural fibre), merupakan langkah awal kemajuan dalam penerapan teknologi penangkapan ikan. Penggunaan jaring semakin meluas sebagai bahan untuk membuat berbagai alat penangkapan ikan, antara lain : jaring insang, bubu, tangkul, jalatebar, payang dan lain-lain. Kemudian teknologi penangkapan ikan berkembang kian pesat,hingga ditemukannya teknologi modern, meliputi: sarana apung (kapal), alat tangkap, alat bantu penangkapan ikan, alat navigasi, alat bantu pemikat ikan .Perkembangan sarana apung digunakan oleh nelayan dimulai dari penggunaan rakitmeningkat menjadi jukung dengan tenaga dayung, kemudian semakin meningkat nelayan menggunakan perahu dengan memanfaatkan layar dan tenaga angin. Setelah itu dengan ditemukannya pembuatan kapal-kapal berteknologi maju serta mesin penggerak mekanik,antara lain : tenaga uap, mesin diesel dan bensin, maka jangkauan dan daya jelajah nelayanberoperasi menangkap ikan menjadi semakin jauh dan berani menempuh lautlepas. Penggunaan alat tangkap berukuran besar pada Perikanan tangkap berskala industri telah membantu nelayan dalam meningkatkan perolehan hasil tangkapan.
B.     Perkembangan Mesin Bantu Penangkapan.
Perkembangan teknologi dalam penggunaan alat penangkap ikan dewasa ini merupakan penyempurnaan bentuk dan konstruksi alat. Sebagai contoh : semakin meningkat ukuran alat tangkap, maka semakin luas bentangan cakupan area penangkapan,dengan harapan akan meningkatkan perolehan hasil tangkapan, untuk itu diperlukan peningkatan daya (kekuatan) tenaga dan kecepatan penanganannya baik pada saat setting maupun pada saat hauling.Penggunaan mesin bantu penangkapan pada kapal perikanan modern denganteknologi tinggi (hi-tec) telah membantu nelayan dalam mempermudah penanganan alat tangkap, secara efektif dan efisien, antara lain:
v  Kapal purse seiner, dilengkapi dengan mesin bantu penangkapan terdiri dari :
power block, winch, triplex, net hauler
v  Kapal tuna longliner dilengkapi dengan alat bantu :
line hauler, line thrower, line arranger, line caster
v  Kapal pukat ikan, dilengkapi dengan alat bantu :
trawl winch, cargo winch, net drum
v  Kapal gillneter, dilengkapi dengan alat bantu :
ball roller, net hauler, net caster, line hauler
Penerapan teknologi dalam kegiatan penangkapan ikan, khususnya padaarmada kapal Perikanan skala industri membutuhkan nelayan terlatih, berpendidikan yang mampu memadukan pengalaman praktis dan ilmu pengetahuan teoritis.
C.    Komponen Mesin Bantu Penangkapan Ikan
Perangkat “ Alat Bantu Penangkapan Ikan “ (Fishing Machinery), di Kapal dan perahu penangkap ikan, pada umumnya digunakan untuk memperingan kerja dan mempermudah penanganan alat penangkap ikan, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tenaga.Berdasarkan komponen penyusunannya, maka mesin bantu penangkapan dapat diuraikan atas empat bagian pokok : (a). Kerangka dan pondasi, (b). Tenaga penggerakmula, (c). Sistim transmisi dan (d). Alat kerja.

Hubungan Ilmu Perikanan di Bidang Penangkapan Ikan dengan Ilmu Lainnya

1.        Ilmu fisika
Dalam ilmu fisika cahaya sangat membantu dalam proses penangkapan ikan, cahaya memberikan solusi terbaik dalam membantu penangkapan ikan khususnya dalam mengumpulkan ikan diperairan. Sebagian ikan yang berada di permukaan maupun yang ada di dasar perairan ada yang tertarik pada cahaya sehingga tertarik untuk mendekati cahaya. Peristiwa tersebut dikatakan sebagai fototaksis positif, ada juga ikan yang menjauhi cahaya tersebut dan peristiwa ini dikatakan sebagai fototaksis negative, namun perlu diketahui ikan-ikan yang berkumpul di dekat cahaya tidak selamanya hanya tujuan fototaksis semata melainkan ada juga yang bertujuan untuk mencari makan, ikan-ikan tersebut beranggapan bahwa cahaya juga dapat menarik perkumpulan fitiplankon sehingga ikan –ikan yang mencari makanan mendatangi cahaya tersebut untuk memakan fitoplankton tersebut ataupun memangsa ikan-ikan kecil disekitar cahaya. Penggunaan cahaya ini biasa silakukan oleh kapal-kapal ikan penangkap tertentu misalnya bagan, rumpon dan lain sebagainya. Penggunaan cahaya ini dimanfaatkan untuk tujuan mengumpulkan ikan agar pengoprasian penangkapan lebih mudah untuk dilakukan.
Dalam ilmu fisika juga banyak ilmu didalamnya mengenai linkungan tempat tinggal ikan serta mengenai alat yang digunakan dalam menangkap ikan secara modern. Misalnya penggunaa alat untuk mendeteksi ikan seperti ikan tuna dsb, temperatur perairan tempat tinggal ikan, kecerahan, gelombang serta arus untuk dapat kita mengetahui posisi yang tepat dalam menangkap gerombolan ikan.

2.        Ilmu kimia
Dalam ilmu kimia, banyak ilmu didalamnya mengenai cara menangkap ikan, namun lebih berorientasi pada pembudidayaan ikan. Karena ilmu digunakan apabila sebelum menangkap beberapa ikan maka diukur tingkat salinitas dan pH untuk menegetahui letak ikan tersebut dan setelah ditangkap ikan ini dapat dibudidayakan dengan tingkat saliniats dan pH yang sama dengan lingkungan aslinya.

3.        Ilmu Biologi
Dalam ilmu biologi, kita dapat mempelajari tubuh, fisiologi, anatomi, serta organ-organ yang bekerja pada tubuh  ikan yang satu dengan ikan yang lain sangat signifikan perbedaannya. Sehingga pada saat menangkap ikan kita dapat melihat penjelasan tadi maka kita dapat membuat jaring yang modern yang mata jaringnya sesuai dengan apa yang kita ingin tangkap. Misalnya ikan bandeng yang ditangkap dengan gill net modern yang dirancang dengan mata jaring yang sesuai dengan bentuk tubuh dari ikan bandeng.
4.        Ilmu Ekologi
Dalam ilmu ekologi, kita dapat mengetahui lingkungan dari ikan yang akan ditangkap sehingga penangkapannya sesuai target yang telah ditetapkan serta mendapatkan hasil banyak. Misalnya didaerah mana habitat ikan tuna, pada kedalaman berapa ikan tuna berada, dan serta berasosiasi dengan ikan apa, lain-lain sebagainya.
5.        Ilmu Psikologi
Dalam ilmu psikologi, kita dapat mengetahui behavior (tingkah laku) ikan baik yang biasa maupun yang tidak biasa. Sehingga memudahkan kita untuk menangkap ikan secara modern. Misalnya penggunaan alat tangkap bantu ikan seperti rumpon yang modern.








DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Beth Kapsan Mesin Bantu Penangkapan Ikan. http://www.scribd. com. Diakses pada tanggal 23 desember 2009.
Anonim, 2009. Pembangunan Teknologi Penangkapan Ikan  http://alpachri-nusatelu.blogspot. com. html.  Diakses pada tanggal 14 Desember 2010.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar